Chapter 9 | Pembuktian Jeffry tengah berbaring di tempat tidurnya sambil membayangkan wajah Hana yang begitu dekat saat mengobati pipinya yang lebam. Gadis itu terlihat lebih cantik jika dilihat dari dekat. Tiba-tiba saja lamunan pria itu terganggu oleh dering ponselnya. Jeffry segera meraih ponselnya, tertera nama Hana melakukan panggilan. “Halo, Jeff. Bisa kamu datang ke rumahku sekarang? Hubungan kita ketahuan. Papa dan Mama marah besar. Aku takut.” “Apa ketahuan? Baiklah, aku ke sana sekarang. Kamu nggak perlu takut.” “Aku tunggu ya! Jangan lama-lama.” “Iya, Han. Aku segera ke sana.” Pria itu beranjak dari tempat tidurnya dan segera bersiap untuk berangkat ke rumah sang pacar. “Jeff, kamu mau pergi lagi?” “Iya, Bu. Jeffry mau lanjut narik lagi.” “Kamu yakin? Memangnya kamu sudah tidak apa-apa? Lebih baik kamu istirahat.” “Tidak apa, Bu. Jeffry sudah baik-baik saja. Lagian ini hanya lebam sedikit. Jeffry harus ngumpulin uang buat bayar hutang ke Ryan.” “Ya suda...