Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2024

My Love Destiny (Chapter 9)

Chapter 9 Novia masih berada di sebuah kamar apartemen yang terkunci. Ia berusaha mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana bisa sekarang dia berada di apartemen dengan kondisi pakaian yang terbuka sebagian? Novia pun mencurigai Hendra, pemilik perusahaan kondom yang baru saja ia temui di Arden Café , sebagai pelaku. “Tolong keluarkan saya dari sini! Saya mau pulang!” Beberapa kali Novia mencoba berteriak, tetapi tidak ada jawaban siapa pun dari luar kamar. “Apa mungkin lelaki itu telah pergi dari sini dan aku dikurung agar tidak dapat melaporkan ke polisi? Sialan! Brengsek! Aku harus bagaimana ini? Apa aku telepon Mas Keenan aja ya? Dia pasti mau bantu aku.” Novia membuka tasnya dan merogoh tas tersebut untuk mendapatkan ponselnya. Setelah ketemu, Novia pun langsung melakukan panggilan telepon kepada Keenan. “Ayo, Mas Keenan angkat! Aku butuh bantuan kamu, Mas.” Beberapa kali Novia menghubungi nomor sang suami, tetapi tak kunjung diangkat. “Mas, kamu di mana...

My Love Destiny (Chapter 8)

 🔞 Chapter  8🔞 (CONTENT WARNING! ⚠️🔞)  Peringatan konten ini mengandung adegan 18+. Mohon kebijaksanaannya tidak membaca bagian ini jika belum cukup umur. Terima kasih. ~~ Happy reading. Keesokan harinya. Keenan dikagetkan dengan suara teriakan Novia. “Keenan, kenapa kita tidur di mobil?” tanya Novia sambil memukul lengan Keenan. Keenan hanya bisa tersenyum sambil membersihkan matanya dari kotoran. “Saya sudah coba bangunin kamu, Nov. Hanya nggak berhasil. Tidur kamu nyenyak banget semalam.” “Masa sih? Kamu yakin udah coba bangunin aku?” “Udah, Sayang, tapi kamunya nggak bangun-bangun. Jadi terpaksa deh kita tidur di mobil.” “Kenapa kamu nggak gendong aku aja ke kamar? Kamu bisa ‘kan? Atau kamu nggak kuat?” “Hmm … bukannya saya nggak mau. Saya sebenarnya bisa aja gendong kamu ke kamar, tapi bukannya saya nggak bisa sentuh kamu? Saya nggak bisa gendong tanpa menyentuh kamu. Saya ‘kan sudah janji nggak akan sentuh kamu tanpa izin. Apa saya salah?” “Nggak ...

My Love Destiny (Chapter 7)

Chapter 7 Hari ini tepat satu bulan pernikahan Keenan dan Novia. Untuk merayakan momen ini, Keenan telah melakukan pemesanan untuk makan malam romantis di sebuah hotel ternama. Selain itu, Keenan sudah menyiapkan sebuah dress yang nantinya akan dipakai sang istri untuk makan malam tersebut. Baru saja kurir yang mengantar mengabari bahwa dress tersebut telah diterima oleh Novia. Tak lama, Novia pun langsung menghubungi Keenan. “Halo, Mas. ” “Halo, Nov.” “Tadi aku baru dapat paket. Kamu beliin aku dress?” “Iya, Nov. Dress itu memang buat kamu.” “Buat apaan, Mas?” “Nanti kamu pakai ya buat nanti malam.” “Nanti malam? Kamu mau ajak aku ke mana?” “Makan malam romantis, Sayang, untuk merayakan satu bulan pernikahan kita.” “Memangnya harus dirayakan? Aku rasa nggak perlu berlebihan, Mas.” “Ini wajib. Saya sudah booking tempatnya. Kamu mau ya? Hanya makan malam aja.” “Okay, kamu pulang jam berapa?” “Sebentar lagi saya pulang. Kamu boleh siap-siap dari sekarang.” “Iy...
Halo, WEP Story Readers! Selamat Idulfitri ya bagi teman-teman yang merayakan.🙏🏻😊 Pada kesempatan kali ini author mau bagi-bagi THR untuk 200 orang melalui DANA Kaget. Yuk, ikutan!  https://link.dana.id/kaget?c=s34g8bhxl&r=blnyBc

My Love Destiny (Chapter 6)

Chapter 6 Begitu Keenan mendapatkan live location dari Novia, ia langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan. Ia pun meminjam salah satu motor karyawan agar lebih cepat sampai lokasi Novia berada. Sementara itu, di sisi lain Aiden mulai mendesak Novia agar gadis itu segera turun dari mobilnya. “Nov, turun sekarang juga! Aku perlu bicara sama kamu!” “Apa lagi yang perlu dibicarakan, Aiden? Bukannya semua udah jelas?” “Apanya yang jelas? Kamu mutusin aku secara sepihak. Keluar, Novia atau aku pecahin kaca mobil kamu!” “Jangan, iya aku keluar sekarang!” Novia beranjak turun. “Kamu mau jelasin apa lagi? Aku nggak punya banyak waktu.” “Aku masih sayang sama kamu. Aku mau hubungan kita seperti dulu lagi.” “Aku nggak bisa menjalin hubungan sama lelaki brengsek kayak kamu!” “Aku nggak brengsek seperti yang kamu pikirkan. Kamu salah paham.” “Salah paham gimana? Jelas-jelas aku lihat kamu main perempuan! Nggak hanya satu lagi! Lebih baik kamu lupakan aku dan cari perempuan-perempuan itu!” “Pere...