Chapter 4 : Kecanduan Sudah beberapa hari ini, aku terus menggunakan Magic App . Ternyata bukan hanya sekadar nama, tetapi benar-benar ajaib. Aku sama sekali tidak menyangka ada aplikasi sekeren ini di dunia nyata. Seluruh keinginan yang aku tulis, pasti terwujud. Saat ini, aku sedang menunggu kedatangan Devano yang akan membawa martabak. Ting! Aku mendapatkan pesan baru dari Devano. Devano ❤ ️ Della, aku ada di depan rumahmu nih. 19:30 Kamu keluar sekarang ya? Aku tunggu kamu. 19:30 19:31 Di depan? Oke, deh. Sebentar aku keluar. Aku beranjak untuk menghampiri lelaki itu. “Kamu ngapain ke sini?” tanyaku basa-basi karena sebenarnya aku tahu apa maksudnya datang ke sini. Tentu hanya untuk membawakan martabak cokelat kesukaanku. “Aku bawa martabak cokelat kesukaan kamu.” Tuh ‘kan benar! Dia datang bawa martabak. “Martabak cokelat? Wah, makasih Ayang. Ayo, masuk! Kita makan bersama.” “Hmm… kamu makan sendiri saja ya? Aku mau langsung pulang, Del. Capek banget nih.” “Y...
Chapter 2 : Kejadian yang Tak Terduga Aku sedang berada di mobil bersama Nia. Pagi ini aku diminta oleh papa dan mama untuk mengantar Nia ke sekolah karena mereka harus menangani pasien darurat. Dengan senang hati aku mengantar Nia ke sekolahnya, hitung-hitung cari angin setelah hampir seminggu lamanya aku berada di rumah saja. “Kak, gimana sudah ada kabar dari Kak Devano? Dia sudah bisa dihubungi?” “Sudah, tadi malam dia kabarin Kakak. Dia lagi di Australia.” “Wah, di Australia? Ngapain? Liburan atau ada kerjaan?” Aku menggeleng. “Entahlah, Kakak juga nggak tahu. Kemarin dia sama sekali nggak ngomong apa-apa.” “Oh, kalau begitu … Nia bisa minta titip oleh-oleh nggak?” “Dasar, memangnya kamu mau titip apa?” “Apa aja deh, yang penting oleh-oleh. Bisa tolong mintain ke Kak Devano ya, Kak?” “Hmm… nanti ya? Sesampainya di sekolah, nanti Kakak coba hubungi Kak Devano lagi.” “Makasih, Kak.” “Sama-sama.” Setibanya di tujuan, Nia langsung bergegas turun dan memasuki...