Chapter 2 : Kejadian yang Tak Terduga Aku sedang berada di mobil bersama Nia. Pagi ini aku diminta oleh papa dan mama untuk mengantar Nia ke sekolah karena mereka harus menangani pasien darurat. Dengan senang hati aku mengantar Nia ke sekolahnya, hitung-hitung cari angin setelah hampir seminggu lamanya aku berada di rumah saja. “Kak, gimana sudah ada kabar dari Kak Devano? Dia sudah bisa dihubungi?” “Sudah, tadi malam dia kabarin Kakak. Dia lagi di Australia.” “Wah, di Australia? Ngapain? Liburan atau ada kerjaan?” Aku menggeleng. “Entahlah, Kakak juga nggak tahu. Kemarin dia sama sekali nggak ngomong apa-apa.” “Oh, kalau begitu … Nia bisa minta titip oleh-oleh nggak?” “Dasar, memangnya kamu mau titip apa?” “Apa aja deh, yang penting oleh-oleh. Bisa tolong mintain ke Kak Devano ya, Kak?” “Hmm… nanti ya? Sesampainya di sekolah, nanti Kakak coba hubungi Kak Devano lagi.” “Makasih, Kak.” “Sama-sama.” Setibanya di tujuan, Nia langsung bergegas turun dan memasuki...