Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2023

Little Parents (Chapter 9)

Chapter 9 | Dokter Kandungan Hari ini tanggal 26 Desember. Bima memutuskan untuk membawa Aline ke dokter kandungan. Hari ini mereka ditemani juga oleh Karina, Afan, dan Destiana. “Kamu sudah daftar ‘kan, Bim? Dokter siapa?” tanya Karina dengan nada agak ketus. “Sudah, Ma. Bima daftar ke Dokter Marini.” “Dokternya bagus nggak? Kalau nggak, ganti dokter saja. Biar Mama yang pilih.” “Nggak usah, Ma. Dokter yang Bima pilih bagus kok.” “Kamu yakin sama pilihan suamimu ini? Dia pasti pilih yang murah meriah dan yang terpenting dokter kandungan. Iya, ‘kan, Bim?” “Nggak, Ma. Bima sudah pilih yang terbaik dan sesuai kemampuan Bima.” “Sudah, Ma. Kita percaya saja sama Bima.” “Terserah kamu.” “Atas nama Aline Karina Putri.” “Sudah giliran kamu, Sayang. Ayo, masuk!” Mereka semua beranjak memasuki ruangan dokter satu per satu. “Gila, banyak banget yang masuk.” “Iya, kayaknya korban MBA deh. Mas sama Mbaknya masih muda banget kelihatannya.” “Iya, jadinya orang tuanya p...

Little Parents (Chapter 8)

  Chapter 8 | Ngidam Waktu telah menunjukkan pukul 22.10. Bima tengah berkumpul bersama ketiga sahabatnya, Edo, Reyhan, Adrian. Setelah pulang kerja, Bima memutuskan untuk makan martabak bersama mereka. “Akhirnya lo ada waktu juga, Bim. Sudah lama banget kita nggak kumpul-kumpul seperti ini. Gimana keadaan istri lo? Sudah berapa bulan kehamilannya?” “Aline baik-baik saja. Sekarang sudah jalan tiga bulan.” “Syukurlah, kalau kerjaan lo selama ini gimana?” “Aman. Semuanya tetap terkendali, Do.” “Gue salut sama semangat lo, Bim. Lo berjuang banget sampai ngambil kerjaan dua tempat sekaligus. Sore kerja di Bengkel Sepeda Ucok, malam kerja di Restoran Destania,”   tambah Adrian “Ya, begitulah. Namanya juga cari uang, apalagi sejak beasiswaku dicabut. Aku harus kerja keras. Oh, iya ini cicilan buat bulan ini ya, Dri!” “Oke, gue terima. Sebenarnya santai saja, Bim. Bayarnya nanti juga nggak apa-apa.” “Aku nggak enak sama kamu. Namanya hutang harus segera dibayar.” ...

Little Parents (Chapter 7)

Chapter 7 | Kehidupan Baru Beberapa hari kemudian. Tepatnya tiga hari setelah Bima dan Aline melakukan tes kehamilan, mereka melangsungkan pernikahan mereka di sebuah gereja yang telah disiapkan oleh Karina dan kedua orang tua Bima. “Aline Karina Putri, aku mengambil engkau menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” “Bima Arkanda Afan, aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” Sete...

Jadwal Update Little Parents Terbaru

Chapter 1 | 17 Maret 2023 pukul 19.00 WIB Chapter 2 | 24 Maret 2023 pukul 19.00 WIB Chapter 3 | 31 Maret 2023 pukul 19.00 WIB Chapter 4 | 7 April 2023 pukul 19.00 WIB Chapter 5 | 14 April 2023 pukul 19.00 WIB Chapter 6 | 21 April 2023 pukul 19.00 WIB Chapter 7 | 26 April 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 8 | 28 April 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 9 | 29 April 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 10 | 3 Mei 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 11 | 5 Mei 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 12 | 6 Mei 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 13 | 10 Mei 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 14 | 12 Mei 2023 pukul 17.00 WIB Chapter 15 | 13 Mei 2023 pukul 17.00 WIB

Little Parents (Chapter 6)

Chapter 6 | Rahasia yang Terbongkar Saat ini, Aline tengah berada di ruang BK. Ia sedang dimintai keterangan terkait alat tes kehamilan yang ditemukan berada di antara buku-buku miliknya. “Aline, jawab pertanyaan Ibu dengan jujur. Apakah testpack ini punya kamu?” Setelah beberapa kali ditanya, Aline akhirnya mengakui bahwa benda tersebut adalah miliknya dan sekarang ia sedang mengandung anak dari Bima. Bima pun langsung diminta datang ke ruang BK. “Bima, apa benar yang dikatakan Aline bahwa Aline hamil anak kamu?” “Hmm… benar, Bu. Bayi yang dikandung Aline memang anak saya.” “Saya nggak menyangka Bima. Kamu itu murid berprestasi di sekolah ini. Kenapa kamu melakukan hal ini?” “Saya minta maaf, Bu. Saya khilaf.” “Sekarang kalian temui kepala sekolah. Mari saya antar.” Mereka pun beranjak menuju ruang kepala sekolah. “Jadi kamu benar menghamili Aline, Bima?” tanya Pak Wijaya, sang kepala sekolah. “Benar, Pak. Saya minta maaf.” “Jujur, saya kecewa sama apa yang kam...

Little Parents (Chapter 5)

Chapter 5 | Positif (+) Bima masih berada di sebuah taman, menunggu Aline yang belum kembali dari WC untuk melakukan tes kehamilan. Sudah 10 menit ia menunggu, ia masih belum mendapatkan kabar dari gadis itu. Bima pun mencoba menghubungi gadis itu. Aline ❤ ️ Read 05:50 Lin, sudah keluar hasilnya? Gimana hasilnya? Kok belum kamu kirim? Nggak sabaran banget. đŸ˜” Hasilnya nggak bagus, Bim. đŸ˜­ 05:51 Aline sent you a photo 05:51 Aku hamil, Bim. Aku harus bagaimana? đŸ˜­ 05:52 Read 05:53 Kamu tenang ya? Aku ke sana sekarang. Bima segera menghampiri gadis itu. Begitu gadis itu melihat Bima, ia langsung memeluknya. “Bim, gimana nih? Aku takut banget.” “Kamu tenang ya, Lin? Kita hadapi masalah ini berdua. Aku janji nggak akan tinggalin kamu sendiri. Sekarang kita pergi dari sini ya? Jangan nangis. Takutnya orang lain lihat disangka aku apa-apain kamu.” Aline hanya mengangguk, kemudian ia mulai menghentikan tangisannya. “Kamu minum dulu biar agak tenang.” Bima menyodork...

Little Parents (Chapter 4)

Chapter 4 | Testpack “Atas nama Bima Arkanda Afan?” “Benar, Pak dengan saya sendiri.” “Ini pesanannya, Kak.” “Terima kasih ya, Pak. Bayarnya sudah pakai aplikasi ya?” “Sama-sama. Jangan lupa bintang limanya ya, Kak.” Bima segera masuk dan menyerahkan pesanan tersebut kepada Aline. “Sekarang kamu test .” “Sekarang banget?” “Iyalah, Lin. Biar kita nggak ngira-ngira terus.” “Aku belum siap, Bim. Nanti saja ya? Kasih aku waktu.” “Berapa lama?” “Empat hari lagi ya?” “Oke, empat hari kamu test . Simpan tespack- nya dengan baik.” “Kenapa kamu belinya banyak banget? Padahal satu aja cukup.” “Aku nggak tahu mana yang bagus dan akurat, makanya aku beli semua yang tersedia.” “Pasti mahal ya? Aku ganti uang kamu ya?’’ “Nggak perlu, anggap saja ini bentuk tanggung jawabku. Sekarang aku pamit ya?” “Pulang sekarang? Buru-buru amat.” “Lebih baik begitu, daripada kejadian itu terulang kembali. Aku nggak mau, Lin.” “Kamu benar juga. Ya sudah, kamu pulangnya hati-h...